Cerita aku; Kisah Emas dan Mangkuk

Assalamualaikum sahabat & readers~!

3oct 2012; dah lama aku tak bercerita! Jom aku kongsi cerita utk kita jadikan teladan😉

Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berjumpa dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini,

“Apa yang engkau inginkan dari dariku?

Si pengemis itu tersenyum dan berkata, “Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.”

Sang raja terkejut, baginda merasa pelik, “Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!”

Maka menjawablah sang pengemis, “Berfikirlah dua kali, wahai tuanku sebelum tuanku menjanjikan apa-apa.”

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tak merasakan hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, kerana mendapat nasihat dari seorang pengemis.

“Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya”, ujar raja itu dengan angkuh.

Dengan penuh kejujuran dan kesederhanaan si pengemis itu menghulurkan mangkuk penadah sedekah, lalu berkata

“Tuanku isilah apa yang tuanku hendak bagi kepada hamba di dalam mangkuk ini”

Bukan main! Raja menjadi geram mendengar kata-kata pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yg ikut dengannya utk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas!
Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah.

Tak mahu malu di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan… emas, intan berlian, ratna mutumanikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang!

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis yg bukan pengemis biasa itu, lalu ia bertanya,

“Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?”

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum,

“Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia sentiasa bergelut dalam hidupnya. Ada kegembiraan, keinginan memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi ertinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas-intan-berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, keinginan dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan. Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan. Anak cucumu kelak mengatakan, ‘kekuasaan cenderung untuk jadi tamak’ “.

Raja itu bertanya lagi, “Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?”

“Tentu ada… iaitu rasa syukur kepada Allah s.w.t. Jika engkau pandai bersyukur, Allah akan menambah nikmat padamu”, kata sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari mata khalayak.

Sisters, brothers & sahabat… ini bukanlah sekadar cerita. Aku cuma ingin kongsikan teladan tersirat di sebalik cerita ini.

 

BERSYUKUR…itulah kunci segala kebahagian, kemewahan & keselesaan di dunia ini. Kadangkala dlm hidup kita tak pernah sedar bahawa Allah dah melengkapkan hidup kita dgn benda-benda yg kita perlukan utk jalani hidup dgn sempurna.

 

Oleh itu jauhilah diri kita daripada sifat ujub, riak, takkabur seterusnya menjadikan kita bersikap angkuh & sombong ats segala nikmat yg kita perolehi ini. Janganlah kita lupa, Allah hanya meminjamkan kekayaanNya kpd kita.

 

“Dan sekiranya kamu menghitung nikmat Allah, nescaya tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

[Surah an-Nahl, ayat 18]

“Jika kamu bersyukur maka Aku (Tuhan) akan menambah (nikmat) itu kepada kamu. Dan jika kamu ingkar maka sesungguhnya seksa Aku amat pedih.”

[Surah Ibrahim, ayat 7]

 

Semoga bermanfaat.

Terima kasih Allah🙂

…bila aku rajin menulis (“,)

About yanchor

I’m a person with extra.ordinary passion! ...wherever you go, go with all your h.e.a.r.t.!

Posted on October 3, 2012, in story | kisah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comment please ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: